Open post
UPS Bestindo Inti Perkasa

Beli UPS dengan Baik dan Benar

Beli UPS dengan baik dan benar adalah hal yang kami tekankan kepada pelanggan kami untuk mengurangi biaya tambahan dan mencegah pembelian UPS yang keliru. berikut ini adalah beberapa hal yang harsu diperhatikan dalam membeli UPS.

Menyusun dan Menghitung Load Data

Saat merencanakan pembelian UPS, sangatlah penting untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang beban yang akan dilindungi oleh UPS tersebut. Kebanyakan peralatan elektrikal mempunyai label yang berisi tentang informasi tentang karakteristik dari peralatan tersebut.

Informasi yang ada pada alat yang akan dibebani oleh UPS berikut sangatlah penting untuk menemukan UPS yang tepat sesuai dengan kebutuhan:

  • Supply voltage
  • Supply frequency
  • Number of phases
  • Load current
  • Power factor
  • Power consumption

Supply Voltage

AC pada supply voltage berupa Volts (V) biasanya terdapat di label bagian belakang atau samping peralatan listrik atau dalam buku panduan yang disediakan oleh pabrik pembuat alat tersebut. Di Indonesia, peralatan single-phase mempunyai supply voltage berjumlah 220 Vac dan three-phase mempunyai supply voltage 380 Vac. Sebagian peralatan telah di desain untuk pemakaian secara internasional dan label-nya akan memberikan jumlah voltase tersebut.

 Supply Frequency

AC pada supply voltage berupa Hertz (Hz) juga biasanya terdapat di label bagian belakang atau samping peralatan listrik atau dalam buku panduan yang disediakan oleh pabrik pembuat alat tersebut. Di Indonesia, peralatan listrik biasanya mempunyai supply frequency sebesar 50 Hz. Sebagian peralatan telah di desain untuk pemakaian internasional dan label-nya akan memberikan jumlah voltase tersebut.

Number of Phases

Angka pada jumlah phase antara lain adalah 1 atau 3 (single-phase/three-phase). Jika pada label peralatan tidak diberitahu berapa nilai phase tersebut, dapat disimpulkan bahwa alat yang mempunyai 220 Vac adalah single-phase dan alat yang mempunyai 380 Vac adalah three-phase.

Three-phase UPS hanya dapat menyuplai beban three-phase dan beban single-phase. Tetapi single-phase UPS hanya akan dapat menyuplai beban single-phase.

 Load Current

Tegangan beban pada alat dalam Ampere (A) biasanya terletak pada label di bagian belakang peralatan tersebut atau dalam buku panduan alat tersebut.

Power Factor

Pada beberapa peralatan listrik seperti motor atau komputer, tegangan mengalir tanpa di konversi dalam energi. Hal ini terjadi saat tegangan yang dihasilkan oleh alat tersebut tidak berada dalam phase yang sudah diterapkan dalam voltase.

Beberapa peralatan listrik menghasilkan tegangan yang selalu berada dalam phase di voltase. Akan tetapi hampir semua peralatan yang terhubung dengan UPS menghasilkan tegangan tambahan yang tidak berada dalam phase di voltase.

Power factor mengekspresikan berapa jumlah tegangan yang berada di dalam phase bersama dengan voltase dan seberapa banyak tegangan tersebut digunakan secara efisien.

Jumlah power factor biasanya berada dalam angka 0.8 dan 1.0. jika jumlah power factor tidak disebutkan dapat diasumsikan jumlah tersebut adalah 0.8.

 Power Consumption

Jumlah tenaga yang dikonsumsi dapat dikatakan dalam jumlah Watts (W) atau Volt Amperes (VA). Sebagai supplier UPS sangatlah penting bagi kami, PT. Bestindo Inti Perkasa untuk mengetahui berapa jumlah VA untuk beban yang akan dibebani oleh UPS. PT Bestindo Inti Perkasa merekomendasikan bahwa load yang terdapat dalam UPS semaksimal-nya adalah 80% dari total Volt Amperes (VA) pada UPS tersebut untuk keseimbangan yang baik dan benar.

 

 

Menggunakan informasi dari label hanya memberikan indikasi untuk memperkirakan kebutuhan seberapa besar jumlah UPS yang dibutuhkan. Tetapi informasi dari label tidak bisa memberikan laporan akurat tentang variasi jumlah beban alat tersebut seiring waktu. Metode paling akurat untuk mendapatkan jumlah beban alat yang akan dibebani oleh UPS adalah melalui site survey.

Sangatlah penting untuk anda melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada kami sebelum membeli UPS yang tepat untuk anda. PT Bestindo Inti Perkasa melakukan survey dahulu ke lokasi customer/user kami secara gratis untuk melakukan pengecekan dan solusi terbaik secara efisiensi atau dalam biaya untuk kepuasan pelanggan kami. Silahkan menghubungi kami melalui telepon, email, atau live-chat kami. Informasi tersebut dapat anda temukan di www.bestindoups.com.

Open post

Mengapa UPS Dibutuhkan di Semua Perusahaan

Mengapa UPS dibutuhkan di semua perusahaan dikarenakan kehilangan daya listrik akan sangat mengganggu aktivitas bisnis, contohnya, hal tersebut dapat membuat sebuah perusahaan tidak dapat melakukan transaksi atau beroperasi.
Ada banyak sekali kejadian pada beberapa perusahaan yang mengalami “liquidation” dikarenakan main power failure.

Bukan hanya pemadaman listrik saja yang dapat membahayakan beban penting anda, tetapi ada power sags, brown-outs, black-outs, power spikes, surges, noise, radio frequency interference, dan supply frequency changes. referensi:

 9 masalah listrik ini terjadi di tengah-tengah kehidupan kita tanpa kita sadari.

Beban listrik pada suatu sistem yang dibutuhkan untuk berjalan 24/7 seperti sistem komputer/server dapat juga disebut “critical loads.” Critical loads adalah pilar bagi suatu perusahaan dikarenakan tanggung jawab mereka untuk selalu standby pada saat situasi apapun. Untuk itu, dibutuhkanlah daya yang lebih stabil dan dapat diandalkan agar critical loads dapat terus berfungsi tanpa gangguan apapun.

Aplikasi Beban Kritikal

Berbagai macam tipe critical loads selalu bertambah sepanjang tahun semenjak kemajuan teknologi dan pemakaian peralatan yang berdasarkan microprocessor-based yang biasanya digunakan pada industrial dan commercial marketplace. Hal ini dapat dilihat sejak bertumbuhnya ecommerce di Indonesia dimana transaksi online selama 24 jam penuh sangat penting bagi para ecommerce sehingga power quality dan zero downtime menjadi sangat krusial.

Beberapa Tipe Critical Loads:
• Komputer – e.g. data processing dan control systems
• Peralatan proses industrial – e.g precision manufacturing
• Peralatan medis – e.g life support dan monitoring systems
• Peralatan telekomunikasi – e.g PABX
• Point of sales (POS) terminal – e.g. retailing environment
• Transaksi bisnis online – e.g. internet shopping

Contoh Efek Daya Supply Listrik Yang Buruk Untuk Beban Critical:
• Berhenti-nya proses bisnis – i.e. mati totalnya kemampuan untuk bertransaksi dan komunikasi.
• Kehilangan data dikarenakan software crash.
• Rusaknya komponen peralatan mahal dikarenakan power sags, spike, dll.
• Produksi terhenti dikarenakan operasional yang gagal dan dapat membuat alat-alat pada pabrik mengalami kerusakan.
• Operasi control system menjadi rusak/corrupted.
• Kehilangan kemampuan transaksi dikarenakan POS dan alat komunikasi yang tidak dapat berjalan.
• Waktu dan uang yang terbuang dikarenakan rusak-nya sistem yang tidak di-backup supply listrik yang baik.

Akibat Efek Power Problems:
• Spike – dapat membahayakan hardware dan membuat software menjadi corrupted. Kerusakan pada peralatan tidak dapat dihindari dikarenakan beberapa peralatan mahal sangat rentan terhadap voltase tinggi yang terjadi dalam sekejap. Kerusakan pada software dapat menyebabkan kerugian besar dalam jangka panjang, karena file-file penting yang rusak tidak dapat dikembalikan seperti semua, membuat seluruh sistem perkantoran sehingga berdampak besar untuk aktivitas bisnis.
• Electrical Noise – dapat membuat komputer menjadi ‘hang’ dan corrupt data.
• Surge – Dikarenakan hal ini terjadi dalam durasi yang panjang, surges dapat membuat rusak-nya computer’s switched mode power supply components dan membuat kerusakan permanen.
• Sags – Sags merupakan hal yang sering terjadi secara umum yang biasanya dikarenakan oleh perpindahan ke load yang besar, seperti air conditioning (AC) atau peralatan yang dilengkapi oleh dynamo yang berputar. Sags dapat membuat komputer melakukan re-boot jika voltase utama turun sangat drastis yang membuat komputer mengira bahwa voltase tersebut telah dimatikan.
• Harmonics – Harmonics menyebabkan naiknya tegangan yang tidak proporsional, menyebabkan temperatur naik secara drastis sehingga menyebabkan komponen rusak dan overheating.
• Brownouts – Sama seperti Sags tetapi brownouts mempunyai durasi yang lebih lama dan lebih serius dan bisa terjadi dalam hitungan jam.
• Blackouts – membuat data hilang sebelum disimpan, terjadi-nya corrupt data.

Selama 25 tahun PT. Bestindo Inti Perkasa sudah dipercaya sebagai supplier UPS untuk menangani critical loads 12,000 customer kami. Kami menyediakan after-sales service untuk menjamin dimana semua critical loads akan terlindungi dari 9 masalah listrik dari PLN sehingga tercipta-nya cost efficient, reliability, dan performance untuk kelangsungan bisnis yang cepat dan terpercaya setiap saat.

 

Open post
masalah jika tidak memakai UPS

9 Masalah Jika Tidak Memakai UPS

Terdapat 9 Masalah jika tidak memakai UPS untuk peralatan penting elektronik anda. Uninterruptible Power Supply (UPS) dapat memberi perlindungan terhadap 9 masalah umum tenaga listrik yang mampu merusak semua peralatan penting dan untuk itu sangat diwajibkan bagi perusahaan atau individual yang mempunyai peralatan untuk memakai UPS segera. Berikut ini adalah kumpulan masalah jika tidak memakai UPS, atau yang dikenal juga sebagai 9 Power Problems yang terjadi sehari-hari yang membahayakan peralatan anda:

Power Failure – A total loss of utility power.
Dalam keadaan ini seluruh beban akan mengalami pemadaman listrik total sehingga semua peralatan tidak dapat bekerja sama sekali. Power Outage/ Power Failure adalah hilang-nya pasokan listrik pada semua peralatan/beban dari sumber utama (PLN). Hal ini sangat berbahaya untuk peralatan elektronik karena pemadaman listrik selama 1 detik saja dapat mengakibatkan padam-nya semua komputer/server atau peralatan pabrik yang tidak boleh dimatikan secara mendadak atau tidak sesuai prosedur. Hal ini akan mengakibatkan rusak-nya alat elektronik tersebut, yang memungkinkan terjadi hilang-nya semua data atau kerusakan total akibat pemadaman yang terjadi berulang kali. Hal ini juga mengakibatkan corruption pada file atau hard disk, dan koneksi ISDN.

 

Power Sags – Short term low voltage.
Power Sags adalah penurunan tegangan listrik sebanyak 80 sampai persen dibawah normal untuk beberapa milisekon sampai beberapa detik. Hal ini dapat terjadi karena penyalaan listrik yang terlalu besar atau power supply yang terlalu kecil yang tidak sesuai kapasitas. Akibat hal ini yang dapat terjadi adalah kehilangan-nya data, error pada data, peralatan listrik yang akan mengalami mati total, corruption pada hard disk dan operating system, dan system crashes.

Power Surge ( Spike ) – Short term high voltage above 110 % of nominal.
Power Surge adalah naik-nya tegangan listrik sebanyak lebih dari 110% dan terjadi diantara microseconds. Power Surge mempunyai beberapa kesamaan dengan Power Sags, hanya saja lebih kuat karena dapat mencapai ribuan volts. Hal ini berbahaya karena dapat membakar peralatan anda. data loss atau rusak-nya peralatan listrik dapat terjadi karena Power Surge.

 

Under-voltage ( Brownout ) – Reduced line voltage for extended periods of a few minutes to a few days.
Under-voltage mengakibatkan turun-nya tegangan listrik dari beberapa menit sampai beberapa hari. Hal ini terjadi karena beban listrik yang sangat berat, atau tenaga Generator yang rendah. Hal ini mengakibatkan peralatan listrik akan mengalami reboot atau hang, hilang-nya data, corruption pada hard disk dan operating system.

 

Over-voltage – Increased line voltage for extended periods of a few minutes to a few days.
Over-Voltage adalah naik-nya tegangan listrik dalam waktu beberapa menit sampai beberapa hari. Hal ini terjadi karena kesalahan pada peralatan elektronik atau kesalahan pada Generator. Pada umum-nya peralatan elektronik dirancang untuk ber-operasi pada tegangan yang sudah disesuaikan, sehingga jika ber-operasi lebih dari seharusnya akan mengakibatkan kerusakan permanen dapat terjadi karena voltage yang tidak sesuai atau lebih tinggi dari kemampuan.

 

Electrical Line Noise – High frequency waveform caused by RFI or EMI interference.
Sinyal listrik dari frekuensi tinggi atau EMI (Electro Magnetic Interference) yang tidak diinginkan dan terjadi secara random dari peralatan lain-nya sehingga menyebabkan informasi sulit untuk di-identifikasi. Hal ini terjadi disebabkan oleh RFI (Radio Frequency Interference) atau EMI (Electromagnetic Interference) yang dibuat oleh motor elektrik, relays, pemancar, microwave radiation, atau grounding yang buruk. Hal ini dapat mengakibatkan data loss, storage loss, kerusakan pada hardware, dan mengurangi umur dari peralatan itu sendiri. Hal ini juga mengakibatkan buruk-nya suara pada telepon, peralatan audio, dan LAN yang menjadi lambat.

 

Frequency Variation – A change in frequency stability.
Penyimpangan pada frekuensi nominal (50 Hz atau 60 Hz) yang menyebabkan kecepatan motor bertambah atau berkurang. frekuensi yang dihasilkan tidak stabil dengan toleransi tinggi. Hal ini terjadi karena frekuensi sumber tenaga listrik yang kurang stabil dan Generator yang buruk. Hal yang dapat terjadi adalah data loss, system crashes, dan semua peralatan dan program akan cepat rusak.

 

Switching Transient – Instantaneous under voltage ( notch ) in the range of nanoseconds.

Switching Transient adalah dimana tegangan listrik mengalami Under-Voltage (penurunan) dalam hitungan Nanoseconds. Hal yang dapat terjadi adalah lambat-nya LAN karena Switching Transient yang menyebabkan banyak error, suara telepon yang buruk berkat noise yang dihasilkan, dan peralatan audio lain-nya. Mesin tidak akan berjalan lancar dan terjadi-nya memory loss, dan data loss yang disebabkan karena komponen yang rusak.

 

Harmonic Distortion – Distortion of the normal waveform generally transmitted by nonlinear loads.

Harmonic Distortion adalah terjadi-nya perubahan pada pure sine waveform (perubahan sinewave) yang terjadi karena beban non-linear seperti peralatan yang mempunyai tegangan yang berbeda-beda seiring waktu. Harmonic Distortion dapat dihasilkan oleh beban dan dikembalikan ke AC utama, yang membuat masalah pada tegangan listrik di peralatan elektronik lain-nya. Contoh beban non-linear selain motor adalah switch mode power supplies, process equipment, dan mesin fax. Hal ini dapat menyebabkan panas atau overheating dari motor, transformer, dan kabel lain-nya. Peralatan listrik yang akan rusak juga akan terjadi karena hal ini.

Berikut terlampir 9 masalah jika tidak memakai UPS. Hal yang tidak diketahui oleh banyak orang adalah masalah ini terjadi setiap hari-nya berkat sumber tegangan listrik yang tidak stabil. Dengan memakai UPS yang sesuai dengan kebutuhan, maka akan menjadi investasi karena UPS dapat membuat umur peralatan elektronik anda semakin tahan lama dan sekaligus melindungi peralatan tersebut dari masalah jika tidak memakai UPS.

 

 

 

 

 

 

Open post
Penyebab Kerusakan Baterai UPS

7 Penyebab Kerusakan Baterai UPS

Penyebab kerusakan baterai UPS sering menjadi pertanyaan bagi semua orang. Baterai yang baik tidak kebal terhadap kegagalan atau kerusakan yang bisa dipicu oleh beberapa faktor. Contoh penyebab kerusakan baterai UPS adalah kegagalan dan penurunan kinerja bertahap (aging) adalah hasil dari fenomena kompleks yang saling terkait yang bergantung pada bahan kimia baterai, design, lingkungan (suhu) dan kondisi operasi baterai tersebut (discharge rate, charge protocol, dll). Namun perlu diperhatikan ada beberapa faktor yang menyebabkan baterai tersebut mengalami penurunan kinerja dalam waktu yang cukup singkat. Berikut ini adalah 7 penyebab kerusakan baterai UPS:

1. Overcharging/Undercharging
Di Dalam UPS terdapat bagian rectifier charger atau yang disebut charging system. Input dari PLN turun naik bisa menyebabkan charger undervoltage atau overvoltage yang menyebabkan pengecasan ke baterai bisa dibawah tegangan baterai atau diatas tegangan baterai. Kalau dibawah seolah-olah baterai tidak discharge karena dibawah tegangan, kalau diatas berarti berlebihan akan menyebabkan overcharge sehingga baterai bisa menggelembung. Oleh sebab itu UPS pun perlu maintenance untuk pengecekan charging system.

2. Terminal longgar, using dan kotor
Terminal baterai dan kabel harus bersih, kering dan kencang agar optimal. Jika terminal pada posisi baterai dapat diputar berarti terlalu longgar dan jika hal dapat dilakukan berarti ada resiko terjadinya peleburan (melting) baterai terminal dan bisa menyebabkan ledakan yang disebabkan oleh percikan pada koneksi yang longgar.

3. Keadaan lingkungan (Suhu udara yang tinggi dan kurangnya pendinginan)
Suhu yang bisa diatas 90-100° Fahrenheit bisa sangat berpengaruh pada battery. Penumpukan Kristal timbal sulfat dapat terjadi bila meninggalkan baterai dalam suhu tersebut terlalu lama. Penumpukan sulfat dapat mempersingkat masa pakai baterai dan meningkatkan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk diisi ulang. Suhu rendah atau over-current pada saat charging dapat menyebabkan pengendapan logan Lithium pada anoda sehingga mengakibatkan irreversible capacity loss yang nantinya dapat menyebakan short-circuit. Elektrolit sangat rentang terhadap panas, mencegah sel dari kepanasan adalah cara terbaik untuk memperpanjang umurnya.

4. Overheating
Overheating selalu menjadi masalah dan merupakan faktor penyebab hamper semua kegagalan baterai karena dapat menyebabkan perubahan terhadap bahan kimia yang digunakan di dalam baterai dan dapat terjadi pembengkakan dan distorsi casing yang akan kami bahas di poin nomor 5.

5. Kerusakan Fisik
Sebelum tekanan di dalam sel membangun sampai batas berbahaya, beberapa sel rentan terhadap pembengkakan karena terlalu panas. Hal ini terutama berlaku untuk sel kantong polimer Lithium. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya kapasitas karena memburuknya kontak antara partikel konduktif di dalam sel dan juga masalah eksternal dalam pemasangan sel ke dalam selungkup baterai.
6. Perubahan struktur molekul atau fisik elektroda
Meskipun komposisi kimia dari bahan kimia aktif tetap tidak berubah, perubahan morfologi mereka terjadi karena usia sel dapat menghalangi tindakan kimiawi terjadi, yang pada akhirnya membuat sel tidak dapat digunakan.

7. Thermal Runaway
Tingkat di mana tindakan kimia berlangsung dua kali lipat untuk setiap kenaikan suhu 10°C. Aliran arus melalui sel menyebabkan suhunya meningkat. Seiring suhu naik, tindakan elektro-kimia mempercepat dan pada saat bersamaan, impedansi sel berkurang sehingga menyebabkan arus lebih tinggi dan suhu tinggi yang lebih tinggi pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan sel kecuali jika tindakan pencegahan dilakukan dengan cara:
1. Penyimpanan
2. Perawatan Berkala (Maintenance)

UPS sangat memerlukan baterai yang berkualitas yang sudah terjamin karena fungsi baterai adalah untuk meningkatkan back-up time yang ada dalam UPS yang seringkali digunakan pada data centre atau alat-alat penting lain-nya. Diperlukan perhitungan yang akurat untuk mengukur tipe baterai dengan ketentuan back-up time yang diperlukan.

Open post
UPS Untuk Server di Data Center

Pentingnya UPS Untuk Server di Data Center

UPS untuk Server di Data Center merupakan suatu kewajiban di era modern seperti sekarang. Server di Data Center mewakili bagian terpenting dalam aset perusahaan: yaitu sebuah struktur yang dimana semua organisasi perusahaan tersebut bergantung. Dalam zaman yang sudah memasuki era teknologi ini, Server dapat ditemukan dimana-mana apalagi di perusahaan besar seperti bank, asuransi, telekomunikasi, dan IT. Atau paling tidak, Server dapat dimatikan sementara sesuai prosedur yang baik dan benar.

Menurut TIER standard, system availability harus berada dalam jangkauan 99.9 sampai 99.999% yang berarti downtime tidak boleh terjadi. Untuk memastikan Data Center bekerja secara baik ada banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari yang kecil hingga besar. Dan salah satu bagian penting yang harus diperhatikan adalah dari segi sumber daya (kelistrikan atau sumber daya) utama dan cadangan. Pemilihan sumber daya cadangan yang salah dapat berakibat fatal. Saat terjadi kegagalan dari sumber daya utama, Server harus dengan cepat mendapat supply dari sumber daya cadangan.

Salah satu sumber daya cadangan yang dapat dipilih adalah UPS (Uninterruptible Power Supply atau Uninterruptible Power Source). UPS terbilang sangat baik dalam hal sumber daya cadangan, karena jeda antara saat hilangnya sumber daya utama dan berfungsinya UPS untuk Server di Data Center tidak ada interupsi atau hanya berlangsung selama beberapa milisekon.

Untuk mencapai standard, UPS untuk Server di Data Center tersebut harus mampu untuk ber-adaptasi, tahan banting, dan dapat di-parallelkan untuk memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan. UPS yang baik harus bisa ber-adaptasi terhadap tipe-tipe beban, secara induktif atau kapasitas. UPS yang baik juga harus bisa di-intergrasikan dengan komponen lain dalam sistem yang sebagai contoh adalah genset atau generator.

Penggunaan sebuah UPS pada saat ini tidak terbatas hanya untuk satu beban yang dapat terhubung. Jenis dan kekuatan daya UPS dapat disesuaikan dengan jumlah beban yang akan terhubung. Sebagai contoh penggunaan UPS dengan kapasitas 6 kVA dapat menanggung beban server, beberapa komputer, maupun printer sekaligus. Dan pada masa serba teknologi ini, dirasa UPS dapat dikatakan wajib digunakan di sebuah Server/Data Center, karena Server/Data Center merupakan induk dari berbagai pengolahan data dan informasi.

Jika hanya mengandalkan daya utama dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dirasa kurang memadai karena jika PLN mengalami masalah, maka Server yang ada tidak dapat berjalan normal dan bahkan akan menyebabkan kerusakan. Hal seperti ini tidak dapat ditolerir apalagi untuk kebutuhan Data Center perusahaan besar seperti bank atau telekomunikasi.

Genset atau Generator dalam Data Center tidak dapat dibilang cukup untuk keamanan, karena genset membutuhkan waktu agar dapat men-supply beban saat listrik mati sehingga terjadi interupsi yang membuat beban akan mati sementara. Dengan adanya UPS yang bagus dan baik, meskipun terjadi pemadaman listrik beban tidak akan terganggu dikarenakan tidak ada interupsi antara UPS dengan beban yang di supply oleh UPS.

Dengan memilih UPS sebagai sumber daya darurat untuk sebuah Server/Data Center merupakan pilihan tepat. Hal ini dikarenakan bentuk UPS lebih simpel dan praktis dibandingkan dengan sumber daya darurat lainnya. Sehingga penempatan UPS dengan komponen-komponen lainnya dapat di tempatkan dalam satu ruangan yang sama, ini sekaligus juga memudahkan dalam perawatan.

Dari sisi keamanan penggunaan UPS untuk Server dalam Data Center lebih terjamin. Dikarenakan UPS dilengkapi dengan komponen elektronik khusus untuk mengontrol dan me-monitoring daya yang dikeluarkan. Daya yang dihasilkan oleh UPS disesuaikan dengan beban yang ada. Jika terjadi adanya kenaikan atau penurunan daya yang tidak sesuai dengan beban, akan dibuat normal terlebih dahulu sebelum disalurkan. Kesimpulan, fungsi UPS tidak hanya sebagai sumber daya cadangan, tetapi melindungi beban alat-alat penting yang di supply agar terlindung dari 9 masalah PLN dan membuat beban atau Data Center tidak cepat rusak.

Silahkan menghubungi kami melalui www.bestindoups.com/contacts atau email ke sales@bestindoups.com jika ada pertanyaan mengenai artikel ini.

 

Scroll to top