masalah jika tidak memakai UPS

9 Masalah Jika Tidak Memakai UPS

Terdapat 9 Masalah jika tidak memakai UPS untuk peralatan penting elektronik anda. Uninterruptible Power Supply (UPS) dapat memberi perlindungan terhadap 9 masalah umum tenaga listrik yang mampu merusak semua peralatan penting dan untuk itu sangat diwajibkan bagi perusahaan atau individual yang mempunyai peralatan untuk memakai UPS segera. Berikut ini adalah kumpulan masalah jika tidak memakai UPS, atau yang dikenal juga sebagai 9 Power Problems yang terjadi sehari-hari yang membahayakan peralatan anda:

Power Failure – A total loss of utility power.
Dalam keadaan ini seluruh beban akan mengalami pemadaman listrik total sehingga semua peralatan tidak dapat bekerja sama sekali. Power Outage/ Power Failure adalah hilang-nya pasokan listrik pada semua peralatan/beban dari sumber utama (PLN). Hal ini sangat berbahaya untuk peralatan elektronik karena pemadaman listrik selama 1 detik saja dapat mengakibatkan padam-nya semua komputer/server atau peralatan pabrik yang tidak boleh dimatikan secara mendadak atau tidak sesuai prosedur. Hal ini akan mengakibatkan rusak-nya alat elektronik tersebut, yang memungkinkan terjadi hilang-nya semua data atau kerusakan total akibat pemadaman yang terjadi berulang kali. Hal ini juga mengakibatkan corruption pada file atau hard disk, dan koneksi ISDN.

 

Power Sags – Short term low voltage.
Power Sags adalah penurunan tegangan listrik sebanyak 80 sampai persen dibawah normal untuk beberapa milisekon sampai beberapa detik. Hal ini dapat terjadi karena penyalaan listrik yang terlalu besar atau power supply yang terlalu kecil yang tidak sesuai kapasitas. Akibat hal ini yang dapat terjadi adalah kehilangan-nya data, error pada data, peralatan listrik yang akan mengalami mati total, corruption pada hard disk dan operating system, dan system crashes.

Power Surge ( Spike ) – Short term high voltage above 110 % of nominal.
Power Surge adalah naik-nya tegangan listrik sebanyak lebih dari 110% dan terjadi diantara microseconds. Power Surge mempunyai beberapa kesamaan dengan Power Sags, hanya saja lebih kuat karena dapat mencapai ribuan volts. Hal ini berbahaya karena dapat membakar peralatan anda. data loss atau rusak-nya peralatan listrik dapat terjadi karena Power Surge.

 

Under-voltage ( Brownout ) – Reduced line voltage for extended periods of a few minutes to a few days.
Under-voltage mengakibatkan turun-nya tegangan listrik dari beberapa menit sampai beberapa hari. Hal ini terjadi karena beban listrik yang sangat berat, atau tenaga Generator yang rendah. Hal ini mengakibatkan peralatan listrik akan mengalami reboot atau hang, hilang-nya data, corruption pada hard disk dan operating system.

 

Over-voltage – Increased line voltage for extended periods of a few minutes to a few days.
Over-Voltage adalah naik-nya tegangan listrik dalam waktu beberapa menit sampai beberapa hari. Hal ini terjadi karena kesalahan pada peralatan elektronik atau kesalahan pada Generator. Pada umum-nya peralatan elektronik dirancang untuk ber-operasi pada tegangan yang sudah disesuaikan, sehingga jika ber-operasi lebih dari seharusnya akan mengakibatkan kerusakan permanen dapat terjadi karena voltage yang tidak sesuai atau lebih tinggi dari kemampuan.

 

Electrical Line Noise – High frequency waveform caused by RFI or EMI interference.
Sinyal listrik dari frekuensi tinggi atau EMI (Electro Magnetic Interference) yang tidak diinginkan dan terjadi secara random dari peralatan lain-nya sehingga menyebabkan informasi sulit untuk di-identifikasi. Hal ini terjadi disebabkan oleh RFI (Radio Frequency Interference) atau EMI (Electromagnetic Interference) yang dibuat oleh motor elektrik, relays, pemancar, microwave radiation, atau grounding yang buruk. Hal ini dapat mengakibatkan data loss, storage loss, kerusakan pada hardware, dan mengurangi umur dari peralatan itu sendiri. Hal ini juga mengakibatkan buruk-nya suara pada telepon, peralatan audio, dan LAN yang menjadi lambat.

 

Frequency Variation – A change in frequency stability.
Penyimpangan pada frekuensi nominal (50 Hz atau 60 Hz) yang menyebabkan kecepatan motor bertambah atau berkurang. frekuensi yang dihasilkan tidak stabil dengan toleransi tinggi. Hal ini terjadi karena frekuensi sumber tenaga listrik yang kurang stabil dan Generator yang buruk. Hal yang dapat terjadi adalah data loss, system crashes, dan semua peralatan dan program akan cepat rusak.

 

Switching Transient – Instantaneous under voltage ( notch ) in the range of nanoseconds.

Switching Transient adalah dimana tegangan listrik mengalami Under-Voltage (penurunan) dalam hitungan Nanoseconds. Hal yang dapat terjadi adalah lambat-nya LAN karena Switching Transient yang menyebabkan banyak error, suara telepon yang buruk berkat noise yang dihasilkan, dan peralatan audio lain-nya. Mesin tidak akan berjalan lancar dan terjadi-nya memory loss, dan data loss yang disebabkan karena komponen yang rusak.

 

Harmonic Distortion – Distortion of the normal waveform generally transmitted by nonlinear loads.

Harmonic Distortion adalah terjadi-nya perubahan pada pure sine waveform (perubahan sinewave) yang terjadi karena beban non-linear seperti peralatan yang mempunyai tegangan yang berbeda-beda seiring waktu. Harmonic Distortion dapat dihasilkan oleh beban dan dikembalikan ke AC utama, yang membuat masalah pada tegangan listrik di peralatan elektronik lain-nya. Contoh beban non-linear selain motor adalah switch mode power supplies, process equipment, dan mesin fax. Hal ini dapat menyebabkan panas atau overheating dari motor, transformer, dan kabel lain-nya. Peralatan listrik yang akan rusak juga akan terjadi karena hal ini.

Berikut terlampir 9 masalah jika tidak memakai UPS. Hal yang tidak diketahui oleh banyak orang adalah masalah ini terjadi setiap hari-nya berkat sumber tegangan listrik yang tidak stabil. Dengan memakai UPS yang sesuai dengan kebutuhan, maka akan menjadi investasi karena UPS dapat membuat umur peralatan elektronik anda semakin tahan lama dan sekaligus melindungi peralatan tersebut dari masalah jika tidak memakai UPS.

 

 

 

 

 

 

Scroll to top